|
![]() Pieta (1498-1499) karya Michelangelo Buonarroti Marble 174 x 195 cm (5 3/4 x 6 ft) Basilica of St Peter, Vatican Pieta dibuat atas permintaan Uskup Rafaello yang terkesan akan patung buatan Michelangelo sebelumnya (Bacchus), untuk dipersembahkan pada ruang gereja Perancis. Untuk mewujudkan figur Maria yang ada dalam hatinya, Michelangelo mula-mula setiap hari berdiri di pinggir jalan, membuat sketsa biarawati muda anggun yang lewat sebagai peraga, kemudian pergi ke Roma memilih model yang memenuhi syarat. Setelah itu, ia membuat patung Pieta dari tanah liat sesuai dengan sketsa, dan baru dipahat pada batu. Michelangelo berusaha keras untuk mewujudkan patung ini bahkan ia menciptakan topi lilin, untuk memudahkan kerja pada malam hari. Dengan usaha yang keras patung ini selesai dalam waktu dua tahun, tetapi Uskup Rafaello sudah meninggal dunia tanpa menyaksikan dulu patung tersohor di dunia ini. Pieta memantapkan kedudukan Michelangelo di bidang seni, karena pada saat itu seniman belum mencantumkan nama pada karyanya, maka banyak yang menyangka bahwa patung itu buatan pemahat lain. Sampai akhirnya Michelangelo yang mengetahui hal tersebut pada suatu malam menyelinap ke dalam gereja dan memahat namanya di sabuk Bunda Maria. Dari sinilah akhirnya pemahat mencantumkan nama mereka pada hasil karyanya, tetapi Michelangelo sendiri hanya satu kali melakukan pencantuman nama pada karyanya.
Dalam Pieta Michelangelo berusaha mendekatkan subyek yang sebelumnya di Eropa Utara konsep penebusan selalu diperlihatkan dalam potret rasa sakit (luka, kesedihan) yang biasanya pada cerita malam terakhir sebelum Yesus meninggal, Maria yang duduk memanggul Yesus yang masih berusaha bangkit, di bahunya. Michelangelo yang pada saat itu baru berusia 23 tahun memperlihatkan gambaran yang berbeda, dimana Yesus sangat lemah dan pasrah dalam pangkuan Maria yang wajahnya terlihat muda, memandang dengan lembut tubuh anaknya yang sudah tidak bernyawa. Tubuh Yesus yang sudah meninggal dan ekspresi wajah yang sangat halus menampilkan penelitian akan otot, pembuluh, dan syaraf yang sangat sempurna. Michelangelo meyakini baik kualitas keimanan manusia dan fisik mempunyai peran penting dalam keindahan duniawi. Melalui Pieta ia ingin mengatakan manusia sebaiknya tidak menyikapi penebusan dengan kesedihan dan iba namun sebagai keindahan akan konsekuensi suatu pengorbanan. |
| Leave a Comment: |